Rabu, 05 Desember 2012

PROSES AKUNTANSI PERBANKAN


PROSES AKUNTANSI PERBANKAN

Proses akuntansi bank bertujuan untuk kepentingan pencatatan, penganalisaan, dan penafsiran data keuangan guna memenuhi kebutuhan berbagai pihak.
Laporan keuangan bank harus sesuai dengan pronsip – prinsip akuntansi keuangan yang diterima secara luas.
Persamaan Akuntansi
Sistem pencatatan transaksi perbankan di Indonesia menggunakan metode perpasangan ( double entry system )
Persamaan Akuntansi Bank
HartaBank = Hutang Bank + Modal Bank
Harta
  • Penempatan Dana Dalam Kredit
  • Penyaluran Dana Dalam Kredit
  • Penanaman Dana Dalam Aktiva Tetap
  • Penanaman Lain
Hutang
  • Dana Masyarakat
  • Dana Pinjaman
  • Dana Lainnya
Modal
  • Modal Saham
  • Premium saham
  • Laba Ditahan
  • Laba atau Rugi Tahun Berjalan
Hubungan antara pos – pos Neraca dan Laba Rugi
Pendapatan Bank + Biaya Bank = Harta Bank + Hutang Bank +Modal dan  Cadangan
Laporan Keuangan
  • Laporan keuangan bank sama dengan klaporan keuangan pada umumnya yaitu terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Laba Ditahan dan satu lagi yang berbeda yaitu Laporan Komitmen & Kontinjensi.
  • Neraca menunjukan posisi keuangan suatu bank pada periode tertentu. Dari mana saja sumber pendanaan bank dan kemana saja dana yang telah diserap disalurkan.
  • Ikhtisar Laba Rugi menunjukan hasil kegiatan operasional suatu bank selama periode tertentu.
  • Laporan Komitmen & Kontinjensi menunjukan suatu laporan yang berisi kewajiban dan tagihan bank.
Proses Akuntansi Bank
Proses Akuntansi Bank pada umumnya sama dengan proses akuntansi umum, tapi banyak diperlukaan buku pembantu umum untuk mencatat dan mengikuti arus data keuangan atas seluruh transaksi yang terjadi pada bank. Selain itu juga banyak dijumpai dokumen -dokumen dasar/formulir untuk mencatat setiap jenis transaksi.
Proses Akuntansi Bank dapat diilustrasikan sbb :
Transaksi hari – hari bersangkutan berikutnya – Laporan keuangan hari bersangkutan – Pengambilan keputusan – transaksi
Proses Akuntansi Bank dapat dilakukan secara manual ataupun Komputerisasi. Perbedaan antara pencatatan manual dengan komputerisasi adalah sbb :
Manual
  1. Semua pekerjaan mulai dari pencatatan sampai dengan pengikhtisaran dilakukan oleh tangan manusia.
  2. Unsur manusia memegang peranan penting dalam menjalankan proses akuntansi.
  3. Kecermatan dan ketepatan waktu dalam mencatat data keuangan dan penyajian laporan keuangan merupakan hal yangb kritis.
  4. Perlu pemisahan antara petugas yang menyiapkan buku harian, jurnal dan buku besar.
Komputerisasi
  1. Hanya melibatkan tangan manusia dalam proses key-in ( mencatat dokumen bisnis) kedalam komputer.
  2. Kecermatan dan ketepatan waktu pencatatan dan penyajian informasi keuangan terjamin oleh komputer
  3. Unsur yang palin kritis adalah program komputer yang digunakan dalam memproses kegiatan akuntansi.
Transaksi pada bank dapat bersifat intern maupun ekstern. Transaksi Intern hanya mempengaruhi pos – pos dalam bank saja, sedangkan transaksi ekstern melibatkan pihak ketiga dan bank, dan mengakibatkan perubahan hutang piutang bank.
Contoh transaksi intern :
Bank Permata membeli sebuah mobil seharga Rp 500.000.000 dari Dealer Astra Indah dan dibayar tunai.
Contoh transaksi ekstern :
Pemegang saham menyetor modal sebesar Rp 100.000.000 secara tunai.
Contoh bentuk laporan Keuangan Bank
NERACA
I. AKTIVA
1.1              Kas
1.2              Giro pada Bank Indonesia
1.3              Giro pada Bank Lain
1.4              Penempatan pada Bank – Bank Lain
Penyisihan untuk Penghapusan pada Bank – Bank Lain
1.5              Surat – Surat Berharga
Penyisihan untuk Penurunan Nilai Surat – Surat Berharga
1.6              Kredit yang Diberikan
Penyisihan Penghapusan Kredit
1.7              Biaya Dibayar Dimuka
1.8              Pendapatan yang Masih Akan Diterima
1.9              Penyertaan
1.10           Aktiva Tetap
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap
1.11          Aktiva Lain – Lain
TOTAL  AKTIVA
II. KEWAJIBAN
2.1              Giro Nasabah
2.2              Kewajiban Segera Lainnya
2.3              Tabungan
2.4              Deposito Berjangka
2.5              Sertifikat Deposito
2.6              Surat – Surat Berharga yang Diterbitkan
2.6.1    Surat Berharga Pasar Uang
2.6.2    Obligasi
2.7       Pendapatan Diterima Dimuka
2.8       Beban yang Masih Harus Dibayar
2.9       Pinjaman yang Diterima
2.10     Kewajiban Lain – Lain
2.11     Pinjaman Subordinasi
2.12     Modal Pinjaman
TOTAL KEWAJIBAN
III. EQUITAS
3.1        Modal Disetor Saham Biasa
3.1.1    Saham Biasa
3.1.2    Saham Preferen
3.2       Tambahan Modal Disetor
3.2.1    Agio/Disagio  Saham
3.2.2    Modal Sumbangan
3.2.3    Penyesuaian Akibat Penjabaran Laporan Keuangan
3.2.4    Lain – Lain
3.3       Selisih Penilaian Kembali Aktiva Tetap
3.4       Saldo Laba
3.4.1    Cadangan Tujuan
3.4.2    Cadangan Umum
3.4.3    Saldo Laba yang Belum Dicadangkan
TOTAL  EQUITAS
TOTAL KEWAJIBAN DAN EQUITAS

LAPORAN LABA RUGI & SALDO LABA
I. PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
  1. Pendapatan Bunga
1.1  Pendapatan bunga yang diperoleh
1.2  Pendapatan provisi dan komisi kredit
Total pendapatan bunga
2. Beban Bunga
2.1 Beban bunga yang dibayar
2.2 Beban hadiah untuk mendapatkan dana
2.3 Beban provisi dan komisi untuk mendapatkan dana
Total beban bunga
3.  Pendapatan Bunga Netto, (1-2)
4. Pendapatan dan Beban Operasional Lainnya
4.1  Provisi dan komisi yang diterima selain dari pemberian kredit
4.2  Provisi dan komisi yang dibayar selain untuk penerimaan kredit
4.3  Pendapatan/beban provisi dan komisi netto
4.4  Pendapatan lain
4.5  Beban overhead
4.6  Beban penghapusan aktiva produktif
4.7  Beban penyusutan aktiva tetap
4.8  Pendapatan/Beban operasional lainnya netto
5. Pendapatan Operasional Netto, (3+/-4.8)
II. PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
  1. Pendapatan Non Operasional
1.1  Laba penjualan aktiva tetap
1.2  Pendapatan deviden penyertaan
1.3  Pendapatan dari investasi jangka pendek
1.4  Lainnya
Total pendapatan non operasional
2. Beban Non Operasional
2.1  Rugi penjualan aktiva tetap
2.2  Denda/sanksi
2.3  Lainnya
Total Beban non operasional
3. Pendapatan (Beban) Non Operasional Netto (II.1-II.2)
III. LABA ( RUGI )
  1. Laba atau Rugi (I.5 – II.3)
  2. Laba atau Rugi dari Pos Luar Biasa
  3. Laba atau Rugi sebelum PPh
  4. Pajak Penghasilan
  5. Laba bersih setelah pajak tahun berjalan
IV. SALDO LABA
  1. Saldo laba tahun lalu
  2. Jumlah saldo laba (III.5 + IV.1)
  3. Deviden yang dibayarkan
  4. Saldo Laba
V. PERINCIAN SALDO LABA
  1. Cadangan tujuan
  2. Cadangan umum
  3. Saldo laba yang belum dicadangkan
Total rincian saldo Laba
LAPORAN KOMITMEN & KONTINJENSI
KOMITMEN
A. Tagihan Komitmen
  1. Fasilitas Pinjaman yang Diterima dan Belum Digunakan
  2. Pembelian Berjangka Valuta Asing
  3. Pembelian Valuta Asing Tunai yang belum diselesaikan
Jumlah Tagihan Komitmen
B. Kewajiban Komitmen
  1. Fasilitas Kredit kepada nasabah yang belum digunakan
  2. Kewajiban pembelian kembali aktiva Bank yang dijual dengan syarat repo
  3. L/C yang irrevocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor
  4. Akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka
  5. Penjualan berjangka valuta asing
  6. Penjualan valuta asing tunai
Jumlah Kewajiban Komitmen
Jumlah Tagihan/Kewajiban Bersih Komitmen Bersih (A-B)
KONTINJENSI
A. Tagihan Kontinjensi
  1. Garansi dari bank lain
1.1 Bank Garansi
1.2 Jaminan Risk Sharing
1.3 Jaminan Lainnya
2.  Pembelian Opsi Valuta Asing
3.  Pendapatan bunga dalam penyelesaian
Jumlah Tagihan Kontinjen
B. Kewajiban Kontinjen
  1. Garansi yang diberikan
1.1   Penerbitan Jaminan
1.1.1   Bank Garansi
1.1.2   Risk Sharing
1.1.3   Standby L/C
1.1.4   Bid Bonds
1.1.5   Lainnya
1.2    Akseptasi  atau endosmen surat berharga
1.3    Lainnya
2.   L/C  yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor
3.  Penjualan Opsi Valuta Asing
Jumlah Kewajiban Kontinjen
Jumlah Tagihan/Kewajiban Kontinjen Bersih (selisih A dan B)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar